Berita

IHT "PENGUATAN MODEL PEMBELAJARAN STEM" di SMAN 1 TANJUNG PALAS

TANJUNG PALAS. Pada hari Jumat, 15 Nopember 2019, SMA Negeri 1 Tanjung Palas menyelenggarakan In House Training (IHT) “ Penguatan Pembelajaran STEM “ bagi guru. Kegiatan IHT berlangsung di Laboratorium Biologi SMA Negeri 1 Tanjung Palas. Peserta berasal dari guru SMA Negeri 1 Tanjung Palas sebagai pelaksana Program SMA Zonasi, dan guru dari Sekolah Imbas, yaitu SMA Negeri 1 Tanjung Palas Utara dan SMA Negeri 2 Tanjung Selor. Narasumber berasal dari Direktorat PSMA, yaitu Wulyo Slamet, S.Pd dan Ranti Jumiarni, S.Pd, M.Pd.

Kegiatan IHT “ Penguatan Pembelajaran STEM “ dibuka oleh Kepala SMA Negeri 1 Tanjung Palas, Eko Purwanto. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan  bahwa kegiatan IHT “ Penguatan Pembelajaran STEM “ merupakan rangkaian kegiatan Program SMA Zonasi yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. “Alternatif model pembelajaran STEM akan memperkaya wawasan  bagi guru dalam mengimplementasikan pembelajaran di kelas dengan cara mengintegrasikan model pembelajaran STEM tersebut ke RPP”, katanya.

Dalam IHT tersebut narasumber mengawali penyampaian tentang Penyusunan Soal HOTS (higher order thinking skills) berbasis lingkungan hidup. Kemampuan guru dalam menyusun  soal HOTS  bukan hanya untuk mengukur tingkat pemahaman peserta didik terhadap suatu materi tetapi juga sebagai instrumen  dalam mengkaji tingkat kepedulian peserta didik terhadap lingkungan di sekitarnya. Penyusunan soal didahului oleh analisis terhadap KI (Kompetensi Inti) dan KD (Kompetensi Dasar) kemudian menurunkan IPK lalu menyusun soal HOTS. Sebuah soal disebut HOTS jika memiliki karakteristik: mengukur keterampilan berpikir tingkat tinggi, berbasis permasalahan kontekstual/trending topic, dan topik yang tidak rutin.

Materi berikutnya adalah Model Pembelajaran STEM yang bisa diterapkan oleh semua mapel. Model Pembelajaran STEM mematahkan anggapan banyak guru tentang STEM yang hanya sesuai bagi mapel eksak. Informasi tentang Model Pembelajaran STEM  memberikan pemahaman pada guru, bahwa penerapan Model Pembelajaran STEM bisa diaplikasikan dengan lebih dahulu menganalisis KD (Kompetensi Dasar), IPK (Indikator Pencapaian Kompetensi) yang disesuaikan dengan jumlah jam pelajaran, sehingga komponen STEM (ScienceTechnologyEngineering, dan Mathematic) melingkupi langkah-langkah pembelajaran dalam RPP. Model pembelajaran STEM mengikuti design thinking-nya Down M. White, yakni empathize (empati/sikap terhadap masalah), define (identifikasi masalah), ideate (mengkomparasikan fenomena dengan realita), prototype (model), dan test (evaluasi).

Kemudian peserta IHT diajak untuk mencoba menyusun soal HOTS dan menyunting Rencana Program Pembelajaran (RPP)  dengan metode pembelajaran STEM  (ScienceTechnologyEngineering, and Mathematic) dengan bimbingan narasumber.

Kegiatan IHT “Penguatan Pembelajaran STEM” ditutup tepat pukul 11.45 WITA.

Segenap guru berharap agar kegiatan IHT sebagai bagian dari program tahunan dapat berkelanjutan hingga membuahkan produk, sehingga bisa untuk meningkatkan kemampuan dan mutu SDM sekolah. (ekoborneo)

 


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa